Tugs Essay Portofolio - Ella Ramahdanti (217.01.0135)
NAMA : ELLA RAMAHDANTI
NIM : 217.01.0135
KELAS : VI.A KEUANGAN GABUNGAN
PORTOFOLIO
Seperti yang dijelaskan dalam jurnal Analisis Pembentukan Portofolio Optimal Saham Menggunakan Metode Single Indeks Di Bursa Efek Jakartaoleh Mokhamad Sukarno,SE, jurnal Analisis Resiko dan Tingkat Pengembalian Saham Terhadap Portofolio Optimal Saham (Studi Kasus Pada 8 Saham Dari Lq-45) oleh Ratih Puspitasari dan Defani Pramesti, Jurnal Kinerja Portofolio Saham Berdasarkan Strategi Investasi Momentum Di Pasar Modal Indonesia oleh I Gst.Bgs.Wiksuana, jurnal Analisis Pembentukan Portofolio Saham Optimal Menggunakan Model Indeks Tunggal dan Model Markowitz (Studi Kasus pada Saham BUMN yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia) oleh Erni Maryani dan jurnal Pembentukam Portofolio Optimal Saham-Saham Perbankkan dengan menggunkan model Indeks Tunggal oleh sri yuniarti. Dalam perkembangannya, perekonomian Indonesia mulai memasuki ekonomi moderen, dimana peran modal semakin penting. Dalam memasuki era-globalisasi dimana suatu negara perlu meningkatkan industri maka diperlukan investasi yang besar yang dapat diperoleh melalui pasar modal,salah satu sumber dana yang dapat digunakan perusahaan untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan adalah dengan melakukan penjualan saham kepada masyarakat luas melalui pasar modal.
Pasar modal Indonesia dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi perhatian banyak pihak, khususnya masyarakat bisnis. Hal ini disebabkan oleh kegiatan pasar modal yang semakin berkembang dan meningkatnya keinginan masyarakat bisnis untuk mencari alternatif sumber pembiayaan usaha selain bank. Suatu perusahaan dapat menerbitkan saham dan menjualnya di pasar modal untuk mendapatkan dana yang diperlukan, tanpa harus membayar beban bunga tetap seperti jika meminjam ke bank. Disamping itu, perkembangan pasar modal juga dipengaruhi oleh meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berinvestasi atau menjadi investor. Pasar modal menjadi wahana alternatif bagi masyarakat untuk berinvestasi selain real investment. Hal ini dilakukan sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat yang tidak lagi berupa kebutuhan pokok saja. Untuk memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat tersebut diperlukan penghasilan tambahan. Penghasilan masyarakat yang diperoleh sekarang disisihkan dan digunakan untuk berinvestasi. Diharapkan hasil investasi tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa yang akan datang. Investasi di pasar modal di samping memerlukan dana, juga memerlukan pengetahuan yang cukup, pengalaman, serta naluri bisnis untuk menganalisa efek atau surat berharga yang akan dibeli, mana yang dijual, dan yang tetap dimiliki. Banyaknya instrumen investasi yang ada mengharuskan investor dapat membuat analisis investasi sebelum menanamkan dananya. Perkembangan instrumen investasi yang menjanjikan seiring dengan terbukanya akses informasi data maka semakin memudahkan para investor untuk mengambil keputusan dalam berinvestasi. Untuk investor perlu diingat, bahwa investasi dapat bertambah dan dapat pula merosot nilainya, misalnya hasil yang didapat relatif kecil atau jumlah pokoknya merosot, Berarti melakukan investasi akan mengandung risiko.
Portofolio optimal ditentukan oleh besaran retrun dan resiko, dimana Risiko saham secara dibedakan menjadi dua, yaitu risiko sistematis (systematic risk) dan risiko tidak sistematis (unsystematic risk). Dari kedua variasi itulh yang dapat menentukan besran rasio portofolio optimal,resiko dan tingkat pengembalian (retrun) yang memiliki hubungan yang tidak linier dengan portofolio optimal tetapi memiliki hubungan yang saling mendukung dimana utuk tahun 2007 presentase portofolio tertinggi adalah perushaan Gas Negara (Persero) Tbk. Sebesar 31.23%, Yang memiliki retrun rata-rata yang cukup besar 0.050606 dan memiliki resiko yang systematic (beta) yang sangat kecil sebesar 0.430108 dan resiko unsystematic sebesar 0.011301 dan untuk tahun 2007 yang memiliki persentase portofolio optimal terkecil adalah perusahaan Aneka Tambang (Persero) Tbk sebesar 2.95% dengan retrun rata-rata sebesar 0.038267 dan dimana memiliki resiko systematic sebsar 0.017862 dan resiko unsystematic sebesar 0.112381. Dengan demikian dapat kita ketahui bahwa portofolio optimaldengan resiko dan pengembalian memiliki hubungan yang tidak linier (bahwa didalam portofolio optimal yang tinggi belum tetu diikuti oeleh retrun yang tinggi dan resiko yang kecil) hal ini disebabkan ada banyak faktor dalam resiko sistemtis dan resiko tidak sistematis dan begitupula dengan besaran tingakat pengembalian yang tidak dapat dikendalikan seluruhnya.
Dengan demikian dapat disimpulkan bhwa portofolio merupakan penanaman investasi pada lebih dari satu saham, dalam pembentukan portofolio ini harus dicari kombinasi saham mana yang optimal. Kunci dari pemilihan portofolio investasi yang optimal adalah bagaimana kemampuan investor melakukan diversifikasi investasi dalam mengukur tingkat risiko dan tingkat keuntungan yang diterimanya sebagai konsekuensi keputusan pemilihan portofolio investasi tersebut. Jika seorang investor ingin membentuk portofolio maka investor harus benar-benar dapat membaca dan mencermati pasar yang ada secara tepat denga tujuan untuk mengetahui bagaimana kombinasi portofolio yang optimal.
Komentar
Posting Komentar